Home » 2 Cara Pasang Relay Lampu Motor dan Mobil

2 Cara Pasang Relay Lampu Motor dan Mobil

Dalam kategori: Peralatan listrik
Oleh: Mendy
Ditulis pada:
cara pasang relay lampu

Relay yang umumnya digunakan pada lampu kendaraan bermotor memiliki lebih dari satu terminal. Setiap terminal memiliki fungsi yang berbeda-beda. Supaya tidak menghubungkan kabel dengan terminal yang salah, sahabat bisa menyimak cara pasang relay lampu di kendaraan bermotor ini.

Pada artikel ini, sahabat akan kami ajari tentang bagaimana caranya memasang relay 4 kaki dan relay 5 kaki di lampu motor. Sebelum itu, sabahat harus mengetahui apa itu relay dan apa saja jenis-jenis relay yang cocok untuk diaplikasikan di lampu motor.

Selengkapnya, simak penjelasan mengenai relay lampu kendaraan bermotor berikut ini:

Apa itu Relay Lampu?

Apa itu Relay Lampu

Sebelum kita membahas bagaimana caranya memasang relay lampu pada motor atau mobil, sebaiknya kita pelajari lebih dulu apa itu relay lampu. Tahukah sahabat apa itu relay?

Alat ini adalah saklar yang membutuhkan listrik dalam pengoperasiannya dan hanya dapat bekerja ketika ada aliran listrik yang memasuki rangkaian.

Alat yang biasanya berbentuk kecil ini adalah komponen elektromekanikal yang memiliki dua bagian utama, yaitu coil (elektromagnet) dan sepaket kontak saklar (mekanikal). Selain kedua bagian tersebut, relay juga memiliki spring dan armature.

Komponan elektromekanikal ini memiliki fungsi utama untuk menghantarkan atau memutus arus listrik sesuai kebutuhan. Pada relay, prinsip elektromagnetik dimanfaatkan untuk membuat kontak saklar bergerak.

Hal tersebut mengakibatkan arus listrik dengan tegangan yang rendah mampu menghantarkan listrik dengan tegangan yang lebih tinggi.

Ketika bagian logam ferromagnetis yang ada di relay mendapatkan aliran listrik dalam sebuah coil elektromagnet, medan magnet akan muncul secara otomatis dalam waktu yang sementara.

Hal tersebut akan membuat medan magnet menarik tuas armature, yang membuat membuat posisi kontak saklar normally clossed (NC) berubah menjadi normally open (NO). NO merupakan kondisi relay ketika dialiri arus listrik.

Sedangkan NC adalah kondisi di mana relay belum dialiri oleh arus listrik atau yang biasa disebut sebagai keadaan normal dari tuas.

4 Jenis Relay

Saat ini ada 4 jenis relay yang beredar di pasaran. Setiap relay memiliki spefisikasi yang berbeda-beda, yang umumnya dipasang berdasarkan kebutuhan kelistrikan. Supaya tidak salah dalam memilih relay untuk sepeda motor atau mobil milik sahabat, simak jenis relay berdasarkan jumlah kaki berikut ini:

1. Relay 3 Kaki

Relay 3 Kaki

Sesuai dengan namanya, relay 3 kaki merupakan relay yang memiliki tiga buah kaki atau terminal. Ketiga terminal dari relay ini, yaitu terminal 30 yang merupakan sumber arus, terminal 87 yang merupakan penghubung dengan beban, dan terminal 86 yang merupakan control.

Terminal 85 yang dimiliki oleh relay 4 kaki tidak ada di relay ini. Hal tersebut dikarenakan terminal tersebut sudah tersambung dengan terminal 30. Sedangkan, pekerjaan untuk mengatur kinerja relay dikerjakan oleh terminal 86.

Relay jenis 3 kaki digunakan pada komponen listrik dari kendaraan dengan arus listrik yang tidak begitu besar. Pada komponen tersebut, relay ini umumnya berfungsi untuk memperlancar aliran arus listrik.

2. Relay 4 Kaki

Relay 4 Kaki

Seperti yang sebelumnya disebut, relay dengan 4 kaki memiliki terminal 85. Sehingga, setiap kaki dari relay ini dan fungsinya adalah:

  • Terminal 30 merupakan sumber arus.
  • Terminal 85 merupakan control daya yang mengatur hidup dan mati relay.
  • Terminal 86 merupakan control.
  • Terminal 87 merupakan penghubung dengan beban.

Relay 4 kaki disebut sebagai dasar dari semua relay yang ada. Relay jenis ini digunakan untuk membantu rangkaian kelistrikan dengan beban tunggal, contohnya foglamp dan klakson.

3. Relay 5 Kaki

Relay 5 Kaki

Relay dengan 5 kaki merupakan relay yang mirip dengan jenis 4 kaki. Yang membedakan relay ini dengan relay 4 kaki adalah adanya terminal 87a. Sehingga, macam-macam terminal dari relay 5 kaki, antara lain:

  • Terminal 30 merupakan sumber arus.
  • Terminal 85 merupakan control daya yang mengatur hidup dan mati relay.
  • Terminal 86 merupakan control.
  • Terminal 87 merupakan penghubung dengan beban pertama.
  • Terminal 87a merupakan penghubung dengan beban kedua.

Dengan begitu, terdapat dua buah penghubung dengan beban atau terminal output pada jenis yang satu ini. Spesifikasi tersebut memungkinkan sebuah rangkaian yang memiliki beban ganda dapat dijalankan dengan memanfaatkan relay 5 kaki.

Spesifikasi ini juga membuat cara pasang relay lampu 5 kaki mirip dengan cara pasang dari jenis 4 kaki. Contoh aplikasi dari relay 5 kaki yaitu pada headlamp dan stoplamp.

4. Relay 8 Kaki

Relay 8 Kaki

Jenis relay yang terakhir adalah relay 8 kaki, yang merupakan relay yang paling jarang digunakan. Saat ini, relay yang satu ini mulai ditinggalkan untuk diaplikasikan di kendaraan.

Sesuai dengan namanya, relay ini memilki 8 buah terminal yang diberi nama yang urut, yaitu terminal 1 sampai 8. Relay 8 kaki memungkinkan untuk memberikan dua buah perintah switch pada satu unit relay.

Cara Pasang Relay Lampu Kendaraan Bermotor

Berdasarkan apa yang sudah dijelaskan pada sub bab jenis relay, sahabat pastinya sudah memiliki gambaran untuk menggunakan relay yang mana. Selanjutnya, kita akan belajar bagaimana untuk memasangnya pada kendaraan milik sahabat.

Pada sebuah mobil atau sepeda motor, salah satu fungsi relay adalah digunakan sebagai saklar lampu sepeda motor. Umumnya, jenis relay yang digunakan pada lampu kendaraan bermotor adalah relay 4 kaki dan relay 5 kaki.

Cara untuk memasang relay 4 kaki dan relay kaki 5 pada sebuah kendaraan bermotor adalah sebagai berikut:

1. Cara Pasang Relay 4 Kaki

Cara Pasang Relay 4 Kaki

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, relay jenis ini cocok untuk digunakan pada lampu tembak atau foglamp. Cara pasang relay 4 kaki untuk lampu motor dan mobil adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan 1 unit relay 4 kaki dan kabel dengan panjang yang cukup.
  • Hubungkan terminal 30 dengan terminal positif akumulator atau baterai menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal 87 dengan terminal beban atau lampu menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal lampu yang satunya dengan terminal negatif atau ground akumulator menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal 86 dengan terminal negatif atau ground akumulator menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal 85 dengan swtich lampu menggunakan kabel.

2. Cara Pasang Relay 5 Kaki

Cara Pasang Relay 5 Kaki

Dalam memasang relay 5 kaki, kita akan mengambil contoh pemasangan pada stoplamp. Asumsinya adalah lampu pertama akan hidup ketika kendaraan menyala. Ketika terjadi pengereman, lampu pertama akan mati dan digantikan dengan lampu kedua yang lebih terang.

Cara pasang relay lampu stop kendaraan bermotor adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan 1 unit relay 4 kaki dan kabel dengan panjang yang cukup.
  • Hubungkan terminal 30 dengan terminal positif akumulator atau baterai menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal 87a dengan terminal lampu pertama yang tidak terlalu terang menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal lampu pertama yang satunya dengan terminal negatif atau ground akumulator menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal 87 dengan terminal lampu kedua yang lebih terang menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal lampu kedua yang satunya dengan terminal negatif atau ground akumulator menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal 86 dengan terminal negatif atau ground akumulator menggunakan kabel.
  • Hubungkan terminal 85 dengan swtich lampu menggunakan kabel.

Cara pasang relay lampu di atas dapat sahabat gunakan untuk memasang relay dan terminal yang tepat untuk lampu kendaraan milik sahabat. Supaya awet, kami menyarankan untuk menggunakan relay dengan kualitas baik dan kabel penghubung dengan spesifikasi yang sesuai.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mobil Listrik 200 Jutaan Terbaik

Photo of author
Penulis:

Mendy

DAFTAR ISI