Home » 7 Jenis Solar Panel yang Bagus dan Cara Memilihnya

7 Jenis Solar Panel yang Bagus dan Cara Memilihnya

Dalam kategori: Solar Panel
Oleh: Mendy
Ditulis pada:
jenis solar panel

Pemakaian panel surya sebagai sumber energi listrik rumahan diprediksi akan mengalami peningkatan. Banyak keuntungan yang bisa didapat dari sana. Jika Sahabat tertarik dengan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), maka Sahabat harus tahu jenis solar panel yang tepat untuk dipasang di sana.

Panel surya yang bisa Sahabat temukan di berbagai tempat tidak semuanya memiliki jenis yang sama. Ada panel surya yang pas digunakan untuk pemakaian listrik yang besar ada juga yang optimal digunakan untuk keperluan cadangan daya. Memilih jenis yang tepat akan membuat Sahabat terhindar dari kerugian.

Monocrystalline (mono) dan polycrystalline (poli) adalah dua jenis panel surya yang mudah ditemukan. Keduanya memang memiliki efektifitas dan spesifikasi yang diperlukan untuk PLTS rumah. Jenis panel surya bukan hanya 2 saja. Sahabat bisa menemukan dan ketahui jenis panel surya lainnya di sini.

Baca juga:

Macam-macam Jenis Solar Panel

Panel surya umumnya dikategorikan berdasarkan efisiensi dan material. Selain keduanya, proses dan teknologi produksi biasanya menentukan perbedaan tipe. Ada banyak jenis panel surya yang diproduksi, beberapa sudah terkenal dan digunakan secara luas dan beberapa yang masih diteliti dan dikembangkan.

Agar tidak terus penasaran, berikut adalah macam macam solar panel yang harus Sahabat ketahui.

1. Monocrystalline

Monocrystalline

Monocrystalline Solar Panels (Mono-SI) merupakan jenis panel surya yang paling umum dan paling murni. Material dari panel surya ini adalah silikon monocrystalline. Dari rupanya, panel surya monocrystalline memiliki warna gelap dan bagian ujungnya membulat. Panel surya ini termasuk yang paling banyak dipakai.

Monocrystalline silikon banyak digunakan karena memiliki tingkat efisiensi yang paling tinggi, bahkan bisa sampai 20% angkanya. Panel surya ini bisa dioptimalkan untuk keperluan komersial, memiliki keluaran power yang tinggi, tidak memerlukan banyak ruang, dan memiliki tingkat keawetan yang tinggi.

Kelebihan lain dari panel surya ini adalah tidak mendapatkan banyak pengaruh dari temperatur yang tinggi. Tentu saja ada kekurangan dari panel surya monocrystalline. Kekurangannya adalah harganya yang mahal dan memerlukan cahaya yang sangat terang ketika bekerja, tidak begitu optimal ketika cuaca mendung.

2. Polycrystalline

Polycrystalline

Jenis solar panel selanjutnya adalah Polycrystalline Solar Panels (Poly-SI). Panel surya ini memiliki harga yang lebih murah ketimbang monocrystalline. Perbedaan kualitas antara mono dan poli tidak jomplang bagai langit dan bumi. Pada akhirnya yang mana yang terbaik akan bergantung pada kebutuhan pembeli.

Panel surya polycrystalline memiliki panel surya berbentuk kotak, rapi, dan simetris yang mana panel surya tersebut diproduksi dengan mencairkan batang silikon. Hal tersebut yang membuat produksinya cepat dan harganya lebih murah. Sejalan dengan harga, tingkat efisiensinya pun lebih rendah dari mono, yaitu 15%.

Kekurangan lain yang ada pada panel surya ini adalah cukup sensitif terhadap temperatur, memiliki durabilitas yang lebih rendah dari mono, dan tidak bekerja optimal ketika cuaca mendung berawan. Agar produksi tenaga listrik via polycrystalline tetap optimal, biasanya diperlukan penambang yang lebih besar.

3. Thin-Film Solar Cells

Thin-Film Solar Cells

Jenis panel surya terbaik untuk Sahabat yang mencari panel surya harga miring adalah Thin-Film Solar Cells (TFSC). Jenis panel surya ini diproduksi dengan memakai sel surya tipis yang kemudian dipasangkan pada lapisan dasar. TFSC sangat mudah diproduksi karena minimnya material yang diperlukan.

Hal tersebut yang membuat TFSC dijual dengan harga sangat murah. TFSC termasuk fleksibel dan tidak mendapatkan pengaruh dari temperatur. Sayangnya, panel surya ini membutuhkan ruang besar untuk dipasang, keawetannya pun lebih rendah dari panel surya mono dan poli, dan efisiensinya hanya 8.5%.

4. Amorphous

Amorphous

Amorphous Silicon Solar Cell (A-Si) adalah tipe panel surya yang umumnya digunakan untuk kalkulator tenaga surya. Apabila Sahabat pernah menggunakan kalkulator tersebut, Sahabat pasti pernah melihat panel dan bertanya-tanya apa fungsinya. Panel surya amorphous menggunakan teknologi triple layered.

Teknologi tersebut cocok digunakan untuk varietas tipis. Karena ketipisan tersebut tingkat efisiensi dari panel surya ini hanya 7%. Otomatis amorphous memiliki tingkat penyerapan paling tidak efektif ketimbang mono atau poli. Kelebihan utama dari panel surya amorphous adalah harganya yang jauh lebih murah.

5. Biohybrid

Biohybrid

Biohybrid Solar Cell adalah jenis solar panel yang masih dalam tahap riset dan pengembangan. Ide dibalik panel surya biohybrid adalah mengambil keuntungan dari photosystem 1 dan kemudian mengemulasi proses natural dari fotosintesis. Biohybrid ditemukan oleh tim ahli dari Universitas Vanderbilt.

Panel surya ini diproduksi dari material yang digunakan pada panel surya metode tradisional (poli, mono), tetapi hanya menggabungkan multiple layers dari photosystem 1. Konversi dari energi listrik dan kimia menjadi jauh lebih efektif, atau diperkirakan 1000 kali lebih efisien dari panel surya generasi 1 (poli, mono).

6. Cadmium Telluride

Cadmium Telluride

Teknik fotovoltaik menggunakan Cadmium Telluride yang mana mampu memproduksi panel surya dengan harga yang relatif rendah dan waktu payback yang lebih singkat. Dari sekian banyak teknologi panel surya, produksi panel surya ini memiliki konsumsi air yang paling rendah. Hal tersebut merupakan keuntungan.

Selain payback waktu yang singkat Cadmium Telluride Solar Cell (CDTe) akan menjaga jejak karbon serendah mungkin. Tentu saja ada kekurangan pada panel surya ini dimana terdapat karakteristik beracun jika dihirup atau ditelan. Hal tersebut merupakan tantangan dan masalah yang harus cepat diselesaikan.

7. Concentrated PV Cell

Concentrated PV Cell

Concentrated PV Cell (CVP dan HCVP) merupakan jenis panel surya yang mampu menghasilkan efisiensi sampai 41%. Hal tersebut membuat panel surya ini merupakan panel surya dengan tingkat efisiensi paling tinggi. Panel surya concentrated PV menghasilkan listrik melalui sistem fotovoltaik yang konvensional.

Bagaimana panel surya ini bisa memiliki tingkat efisiensi yang tinggi? Panel surya ini memiliki permukaan cermin melengkung, lensa, dan terkadang sistem pendinginan digunakan untuk menyatukan sinar matahari yang diserap. Akibatnya, tingkat efisiensi dan performa dari panel surya ini bisa meningkat sangat drastis.

Cara Memilih Panel Surya Terbaik

Cara Memilih Panel Surya Terbaik

Untuk keperluan rumah tangga dan bisnis, eliminasi saja jenis solar panel yang masih dalam tahap pengembangan. Panel surya monocrystalline dan polycrystalline masih menjadi andalan yang bisa Sahabat gunakan untuk berbagai keperluan. Keduanya menjamin kepastian suplai dan dukungan teknisi.

Hal perlu Sahabat perhatikan ketika memilih panel surya terbaik adalah kebutuhan pemakaian listrik, cuaca, dan harga. Untuk kebutuhan listrik yang tinggi, termasuk komersial panel surya mono masih menjadi yang terbaik. Dengan tingkat efisiensinya yang tinggi kebutuhan listrik Sahabat akan terpenuhi dengan baik.

Jika memang ada anggaran, untuk PLTS rumah bisa memakai mono. Panel surya poli dengan efisiensi dan harga yang lebih rendah masih difavoritkan untuk keperluan PLTS rumah. Hal lain yang membuat panel surya poli diunggulkan di Indonesia adalah penyerapannya ketika cuaca hujan dan berawan.

Setelah mengetahui jenis solar panel dan cara memilihnya, Sahabat bisa menemukan mana yang terbaik untuk keperluan PLTS Sahabat. Mono dan poli memang masih menjadi favorit. Diharapkan harga keduanya dan biaya instalasi bisa lebih murah agar PLTS semakin banyak dipasang di rumah-rumah.

Photo of author
Penulis:

Mendy

DAFTAR ISI