Home » 10 Rangkaian Mobil Listrik beserta Fungsinya (Lengkap!)

10 Rangkaian Mobil Listrik beserta Fungsinya (Lengkap!)

Dalam kategori: Mobil Listrik
Oleh: Mendy
Ditulis pada:
rangkaian mobil listrik

Bagi orang-orang yang memiliki mobil listrik di rumahnya, informasi terkait rangkaian mobil listrik memang akan sangat dibutuhkan. Pada dasarnya, mobil listrik memiliki berbagai jenis keunggulan yang dapat membuat perjalanan banyak orang terasa lebih nyaman, aman, dan praktis.

Dalam hal ini, mobil listrik telah dilengkapi dengan berbagai jenis rangkaian atau komponen yang memiliki fungsi berbeda-beda. Sebab, di dalam mobil listrik tidak akan ada lagi komponen-komponen mekanikal rumit yang biasanya ada pada mobil dengan bahan bakar bensin atau solar.

Tidak sedikit dari beberapa orang yang ingin tahu tentang apa saja komponen mobil listrik yang memiliki fungsi berbeda tersebut. Untuk itu, pahami setiap poin yang akan disebutkan dalam artikel ini!

Baca juga:

10 Rangkaian Mobil Listrik beserta Fungsinya Masing-Masing

Jika dibandingkan dengan mobil konvensional atau mobil yang menggunakan bahan bakar bensin maupun solar, komponen yang ada di dalam mobil listrik akan tergolong jauh lebih sederhana. Nantinya, komponen-komponen ini dapat membuat performa mobil menjadi lebih baik.

Pada dasarnya, rangkaian mesin yang ada dalam mobil listrik ini dapat dibagi menjadi 2 jenis yang berbeda, yaitu:

1. Rangkaian Mobil Listrik Utama

Rangkaian Mobil Listrik Utama

Untuk jenis rangkaian mesin mobil listrik utama ini akan memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Ada beberapa jenis rangkaian mesin yang termasuk dalam kategori ini, dan antara lainnya adalah:

Baterai Traksi

Fungsi dari baterai traksi adalah untuk menyimpan energi dalam mobil listrik dengan bentuk direct-current (DC). Dalam hal ini, baterai dapat mengalirkan listrik DC menuju ke arah inverter, ketika sinyal dari controller muncul. Dengan begitu, motor dalam mesin tersebut dapat bergerak secara lebih baik.

Ada berbagai jenis baterai traksi yang dapat digunakan pada mobil listrik, dan salah satunya adalah baterai lithium-ion. Jenis baterai traksi yang satu ini sudah sering digunakan pada beberapa pilihan mobil listrik yang berkualitas, sehingga Sahabat tidak perlu meragukan kualitasnya lagi.

Inverter Daya

Apa yang dimaksud dengan inverter daya pada mobil listrik? Fungsi dari komponen mobil listrik satu ini adalah untuk mengubah arus searah pada baterai menjadi arus bolak-balik. Nantinya, arus bolak-balik ini akan digunakan oleh motor traksi yang membuat mobil bisa berjalan.

Tidak hanya itu, komponen ini juga dapat berfungsi sebagai alat pengubah arus bolak-balik saat proses pengereman regeneratif berlangsung. Dengan begitu, arus pada mobil dapat kembali menjadi searah atau DC. Jadi, mobil listrik dapat segera diisi ulang baterainya.

Motor Traksi

Komponen utama pada mobil listrik yang lainnya adalah motor traksi. Komponen yang satu ini akan berguna untuk membuat mobil listrik bekerja dengan memutar transmisi dan rodanya. Saat ini, ada banyak mobil hybrid yang menggunakan generator-motor sebagai regenerasi dan penggerak.

Sebagai contoh pada mobil BEV, motor traksi brushless DC traction motor adalah mesin yang digunakan. Komponen ini akan digunakan untuk menggantikan peran dari internal combustion engine yang sangat penting dalam mobil tersebut.

Controller (Pengendali)

Sesuai dengan namanya, komponen mobil listrik ini dapat mengatur energi pada baterai dan inverter dengan sangat baik. Sebab, energi yang ada di dalam 2 komponen tersebut akan disalurkan ke motor traksi. Dengan demikian, controller dapat memperoleh input utama dari pedal mobil yang dikendarai.

Adanya komponen pengendali yang sangat penting ini, aliran listrik yang dihasilkan oleh baterai traksi dapat lebih terkelola dengan baik. Dengan begitu, kecepatan mobil juga dapat dikendalikan secara lebih maksimal.

2. Rangkaian Mobil Listrik Tambahan

Rangkaian Mobil Listrik Tambahan

Selain beberapa komponen yang ada di atas, mobil listrik juga masih memiliki beberapa komponen lainnya yang tidak kalah penting. Berikut adalah beberapa jenis komponen mobil listrik tambahan yang juga memiliki fungsi sangat penting, yaitu:

Charger

Komponen tambahan dari mobil listrik yang pertama adalah charger. Sama halnya seperti charger HP, laptop, dan barang-barang elektronik seperti ini lainnya, charger pada mobil listrik juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengisi ulang baterai yang ada di dalamnya.

Ada 2 jenis charger yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai mobil listrik, dan kedua jenis charger tersebut adalah:

  • Off-board charger. Jenis charger yang terletak pada luar bodi mobil, sehingga tampilannya terlihat lebih mencolok.
  • On-board charger. Jenis charger yang terpasang langsung di dalam bodi mobil listrik tersebut.

DC Converter

Dengan adanya komponen tambahan yang satu ini, Sahabat bisa lebih mudah untuk mengubah tegangan daya atau arus listrik DC yang tinggi menjadi lebih rendah. Proses pengubahan tegangan daya pada mobil listrik ini memang perlu dilakukan.

Dengan begitu, kebutuhan arus daya rendah yang ada dalam mobil tersebut dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, komponen mobil listrik ini juga dapat digunakan sebagai media pengisi ulang baterai, sehingga tegangan pada mobil dapat selalu stabil.

Transmission

Untuk komponen tambahan yang satu ini juga ada di dalam mobil konvensional, dan fungsinya pun juga tidak berbeda. Fungsi utama dari transmission adalah sebagai pengatur ataupun pengirim daya mekanis dari motor traksi menuju bagian roda mobil, sehingga roda tersebut bisa berputar dengan baik.

Charger Port

Rangkaian mobil listrik tambahan yang selanjutnya adalah charger port. Karena jenis mobil ini harus diisi ulang baterainya dengan menggunakan charger, jadi tentu di dalam mobil ini juga ada charger port yang berfungsi dengan baik.

Fungsi utama dari charger port adalah sebagai titik pusat dalam proses pengisian daya, sehingga proses ini bisa berjalan secara lebih mudah dan aman. Nantinya, bagian ini akan terhubung secara langsung dengan bagian daya eksternal mobil.

Thermal System – Cooling

Sesuai dengan namanya, komponen tambahan yang satu ini akan berguna untuk mendinginkan mesin mobil yang mulai panas. Dengan adanya komponen ini, kondisi suhu operasi mobil dapat lebih terjaga dengan baik, sehingga performa mobil bisa terus dalam kondisi yang baik dan stabil.

Selain itu, thermal system – cooling juga dapat menjaga kondisi motor traksi menjadi lebih baik lagi. Sebab, dengan adanya komponen ini semua rangkaian yang ada di dalam mobil listrik dapat memiliki suhu yang normal, meski mobil telah digunakan dalam jarak tempuh yang jauh sekalipun.

Auxiliary Battery

Selain baterai utama yang digunakan pada mobil ini, ada juga baterai tambahan lainnya yang sering disebut dengan nama auxiliary battery. Fungsi utama dari auxiliary battery adalah untuk menyediakan daya cadangan dalam mobil, sehingga pengendara bisa menggunakan aksesoris-aksesoris mobilnya.

Beberapa jenis aksesoris mobil yang membutuhkan aliran listrik dari baterai ini adalah alarm, AC, wiper, dan beberapa aksesoris mobil seperti ini lainnya.

Kesimpulan

Setiap rangkaian mobil listrik akan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Maka dari itu, para pemilik mobil listrik harus mengetahuinya secara satu per satu. Dengan memahami fungsi dari masing-masing komponen ini, Sahabat bisa lebih mudah untuk merawat mesin mobil listrik di rumah.

Photo of author
Penulis:

Mendy

DAFTAR ISI